LAA ILAAHA ILLALLAH

LAA ILAAHA ILLALLAH

SEKAPUR SIRIH


ASSALAAMU'ALAIKUM WR. WB.
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM...

ALHAMDULILLAH, BLOG AL-ISLAM INI DIBUAT DENGAN TUJUAN UTAMANYA ADALAH DAKWAH ISLAMIAH SERTA MEMBERIKAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM BERAGAMA ISLAM BAGI PARA PEMELUKNYA DEMI TERCAPAINYA SUATU PEMAHAMAN YANG KOMPREHENSIF & MENDALAM TENTANG AGAMANYA MELALUI PRINSIP-PRINSIP SALING MENGHORMATI, SALING MENGINGATKAN SESAMA MUSLIM DENGAN BERLANDASKAN KEPADA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA TANPA ADA NIAT SEDIKITPUN UNTUK MENDISKREDITKAN AGAMA-AGAMA LAIN DI LUAR AGAMA ISLAM.
(Pengasuh Blog)

MUTIARA ISLAM (1) :

MUTIARA ISLAM (2) :

MUTIARA ISLAM (3) :

BEBERAPA PRASANGKA NEGATIF THD ISLAM

>> 29 Agustus 2013


1. PRASANGKA PERTAMA : “Sholawat Nabi”

Orang-orang Non-Muslim menyangka bahwasannya Nabi Muhammad SAW (nabinya orang-orang Islam) saja “Belum tentu Selamat”, oleh karenanya harus dido’akan oleh Ummatnya melalui “Sholawat”. Hal ini sama sekali tidak benar dan sangat keliru. Karena pada hakekatnya “Sholawat kepada Nabi Muhammad/Rasulullah” adalah bukan do’a untuk mendo’akan beliau, akan tetapi :

1)    “Pernyataan SALUT” & “Pernyataan HORMAT” kepada Beliau selaku Nabi yang paling cinta dan sangat membela ummatnya. Disamping itu juga karena beliau sebagai Nabi yang paling “SUKSES” diantara para Nabi yang telah diutus oleh Allah SWT, sehingga Beliau dijuluki sebagai “Sayyidul Anbiya” (Pemimpin Para Nabi).

2)   Sholawat merupakan “Perintah dari Allah SWT” kepada orang-orang mukmin yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Firman Allah SWT didalam Al-Quran: “Innallaha Wa Malaaikatahu Yusholluuna ‘Alan Nabi, Yaa Ayyuhalladziina Aamanu Shollu ‘Alaihi Wasallimuutasliima” (QS. Al-Ahzab ayat 56 Yang Artinya: Sesungguhnya Allah dan Para MalaikatNya bersholawat kepada Nabi, Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kepadanya (Nabi) serta Ucapkanlah Salam Penghormatan kepadanya).

Bahwasannya Rasulullah SAW, Jika saja mereka (Non-Muslim) tahu, adalah satu-satunya manusia di dunia ini yang “Ma’shum” (terbebas dari dosa). Karena dosa-dosa Beliau yang telah lalu, sekarang, maupun yang akan datang (itupun bila ada) sudah dijamin Ampunannya oleh Allah SWT (QS. Al-Fath : 2). Jadi dengan demikian, maka sebenarnya “tidak perlu lagi dido’akan oleh ummatnya”, karena beliau sudah PASTI SELAMAT dan PASTI MASUK SYURGA FIRDAUS sebagaimana yang dijanjilan oleh Allah SWT.

Ada 4 (empat) Orang di dunia ini yang PASTI akan mendapatkan “sholawat” (RAHMAT) dari Allah SWT, yakni sebagai berikut :

1. Yang pertama, Pastilah : ROSULULLAH.

2. Orang Mu'min yang Bersholawat kepada Rosulullah.

Orang-orang mukmin yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan “Sholawat” dari Allah & Para MalaikatNya sebanyak 10x lipat dari yang ia sholawatkan untuk Nabi. Misalnya, bila ia bersholawat sebanyak 1x maka Allah akan bersholawat untuknya sebanyak 10x begitu juga Para MalaikatNya. Bila ia bersholawat sebanyak 10x maka Allah dan Para MalaikatNya akan bersholawat untuknya sebanyak 100x serta ia akan mendapat “RAHMAT” sebanyak 100x pula dari Allah SWT.
  
3. Orang-orang yang SABAR.

Orang-orang yang SABAR akan selalu didampingi oleh Allah SWT di manapun mereka berada (“Innallaha Ma’ash Shoobiriin” = “Allah bersama orang-orang yang sabar”). Disamping itu juga yang paling dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang sabar adalah: “Salamun ‘Alaikum Bima Shobartum”. Allah memberi keselamatan kepada orang-orang yang Sabar tersebut dengan mengucapkan: “Selamat bagimu wahai Orang-orang yang Sabar”.

Orang-orang Non-muslim banyak yang mengatakan bahwa: SABAR itu MENYAKITKAN, sehingga ada sebuah PEMEO terkenal diantara mereka yaitu : “SABAR is PAINS”.

Ya, betul !  Dalam hal ini penulis sangat setuju dengan “definisi” sabar yang mereka kemukakan dalam PEMEO tersebut, TETAPI bagi Penulis Kata “P-A-I-N-S”  tersebut adalah berarti sebagai berikut :

P
-
Positive

“PERILAKU yang POSITIF dalam SITUASI NEGATIF bagaimanapun"
A
-
Attitude
I
-
In
N
-
Negative
S
-
Situations






Maka dalam hal ini kemudian Penulis punya “definisi” tersendiri yang LEBIH MENGENA & LEBIH PAS tentang SABAR tersebut, yakni : “SABAR is PATIENTS”. (SABAR itu KESABARAN)

P
-
Positive
“Perilaku, Pikiran, Tindakan & Emosi yang POSITIF dalam setiap Situasi COBAAN yang bagaimanapun NEGATIFnya."
A
-
Attitude,
T
-
Thinking,
I
-
Implementation, and
E
-
Emotion, in
N
-
Negative
T
-
Test
S
-
Situations










Perintah supaya Ber-SABAR terdapat di dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imron Ayat 200 sebagai berikut : “Wahai Orang-orang yang Beriman, Bersabarlah dan Perkuatlah Kesabaran diantara Kalian, Bersiap-siagalah serta Bertaqwalah kepada Allah agar Kalian memperoleh Keberuntungan”.

Macam-macam SABAR yang SANGAT dianjurkan oleh Rosulullah kepada Orang-orang yang Beriman :

1). SABAR dalam Ibadah (Ash-Shobru fil ‘Ibadah)
2). SABAR ketika Tertimpah Musibah (Ash-Shobru ‘indal Mushibah)
3). SABAR terhadap Kehidupan Dunia (Ash-Shobru ‘anid Dunya)
4). SABAR untuk Tidak Melakukan Maksiat (Ash-Shobru ‘anil Ma’shiyah)
5). SABAR dalam Perjuangan/Perang (Ash-Shobru fil Jihad)  


4. Orang-orang yang Ber-DZIKIR kepada Allah SWT.

Dzikir kepada Allah itu lebih baik daripada menginfakan emas, perak dan berperang di jalan Allah, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi di dalam Haditsnya : "Maukah aku beritahukan kepada kalian amalan yang paling baik dan paling suci di mata Raja (=Allah) kalian, dan lebih baik daripada menginfakkan emas dan perak serta lebih baik daripada berperang di Jalan Allah ?" Yaitu : Dzikir kepada Allah SWT".

Allah ber-Firman di dalam Surat Al-Ahzab 41-42 : "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah dengan Dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya setiap pagi dan petang".

Dan juga Allah ber-Firman : “…Ketahuilah, hanya dengan mengingat kepada Allah (Dzikir) sajalah maka Hatimu akan menjadi Tenang/Damai”


2. PRASANGKA KEDUA : “Di dalam ISLAM juga terdapat BANYAK TUHAN”

Pernyataan ini banyak dikemukakan oleh orang-orang Non-Muslim yang mendefinisikan beberapa Ayat Al-Qur’an secara SALAH karena “ketidakpahaman” mereka tentang Islam. Diantaranya Ayat : “Inna Nahnu Nazzalna Dzikro, Wa Inna Lahu Lahaafidjuun.” (Artinya: Sesungguhnya KAMI yang menurunkan Al-Qur’an, dan KAMI pula yang akan Menjaganya).

Ayat tersebut berisikan kata ”KAMI” yang menandakan lebih dari satu yang berarti “BANYAK”. Dengan demikian, mereka (Non-Muslim) menganggap bahwa Tuhannya orang Islam juga “banyak”, BUKAN SATU SAJA. Hal ini merupakan “MISUNDERSTANDING” (salah kaprah) yang SANGAT JAUH. Padahal kata “KAMI” pada ayat tersebut mengacu kepada “ALLAH & APARATNYA”. Siapa aparatNya tersebut ? Tak lain dan tak bukan adalah MALAIKATNYA yaitu JIBRIL (dalam hal ini).

Malaikat Jibril adalah Malaikat yang diutus oleh Allah SWT sebagai perantara diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi Jibril ini juga diakui oleh Allah SWT eksistensinya dan atas usaha dan bantuannya menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi SAW ayat demi ayat hingga memakan waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Justru apabila Allah SWT tidak menyebut kata “KAMI” maka “TIDAK REALISTIS” atas kejadian turunnya Al-Qur’an (yang disebut Nuzulul Qur’an) tersebut. Disini, justru terbuktikan bahwa Tuhannya orang Islam tidak SEMENA-MENA dengan Kehendak Nya sendiri… Padahal kalau Allah mau, Dia bisa saja melakukan hal itu karena Dia-lah yang PALING BERKUASA atas semua CiptaanNya.


3. PRASANGKA KETIGA : “Islam juga mengakui Tuhan yang berbentuk Manusia (cq. Isa A.S.)”

Kesalahpahaman, ketidakmengertian, ataupun kesengajaan ini timbul karena ada ayat di dalam Surat An-Nas yang berbunyi : “Ilaahin Naas” (Tuhan Manusia). Dengan demikian, mereka menganggap bahwa Islam sebenarnya juga mengakui Nabi Isa AS sebagai TUHAN ! Ini sama sekali keliru ! Ayat dalam surat An-Nas tersebut justru mengatakan bahwa : “Allahlah Tuhannya Para Manusia” BUKAN “Tuhan yang berbentuk Manusia”!

Pemahaman yang disampaikan oleh orang-orang Non-Muslim ini bisa saja disengaja (padahal mereka mengetahui) untuk menimbulkan DUKUNGAN MORIL bagi agama mereka yang mengakui Manusia (yakni Isa) sebagai TUHAN MEREKA”. Di samping itu juga sebagai “FAITH ACCOMPLY” (pemaksaan kehendak) mereka tentang Makna “KETUHANAN” (Aqidah) di dalam AGAMA mereka sendiri.


4. PRASANGKA KEEMPAT : “Alam atau Jagat Raya serta Segala Isinya ini terjadi dengan sendirinya secara Acak” –  Teori Evolusi

Untuk menjelaskan hal ini kita harus membahasnya dari segi Ilmu Pengetahuan (IPTEK) karena Pemahaman (Teori) ini timbul dari orang-orang yang sangat mendukung Iptek (Terutama Para Evolusionis) dan para pendukungnya Charles Darwin yang telah menggulirkan TEORI SESAT tersebut.

Kata “Random” (acak) dalam terminologi Iptek adalah : “Suatu kejadian yang Hasilnya tidak bisa diprediksi secara pasti dan tidak akan terjadi “hasil yang sama” secara berulang-ulang. Contohnya, bila kita mengambil satu angka dari 1.000.000 sampel angka dari mulai angka Nol sampai dengan angka 1.000.000 maka kemungkinan yang terjadi adalah “seper-satu juta” kemungkinan angka tersebut keluar. Itu untuk setiap kali pengambilan “sampel acak” tersebut. Sehingga probabilita terpilihnya angka berapapun SANGAT KECIL SEKALI yakni “satu per satu juta kemungkinan”. Maka “tidaklah mungkin” terpilihnya angka 1 (misalnya) pada setiap kali pengambilan sampel acak akan berjumlah 1.000.000 kali frekuensinya. Hal ini bisa dikatakan “IMPOSSIBLE” (SANGAT TIDAK MUNGKIN ­– karena probabilitanya sangat kecil sekali, yakni hanya satu banding satu juta saja). Maka Silahkan Anda buktikan sendiri ! Benarkah demikian “Inkuntum Ta’lamuun” ?

Nah, lalu bagaimana dengan ciptaan Allah SWT “yang bernama MANUSIA” yang bermilyar-milyar jumlahnya JIKA dijadikan sebagai Sampel Acak tersebut. Apakah MASIH WARAS untuk mengatakan bahwa “kejadian bayi di dalam perut ibunya terjadi secara acak/random dengan sendirinya” ?

Padahal kita tahu, bahwa setiap Ibu yang melahirkan PASTI akan melahirkan “BAYI yang berbentuk MANUSIA” → bukan melahirkan “BAYI yang berbentuk SPESIES LAIN”. Apakah hal itu bisa disebut sebagai “Kejadian yang Acak/random” ?
Maka sangatlah tidak masuk AKAL dan BODOH bagi orang-orang yang menganggap dirinya berilmu pengetahuan tetapi mengatakan demikian.

Jadi, dengan demikian setiap ciptaan (makhluk) yang diciptakan (yang terjadi) di dunia ini pasti ada penciptanya, yaitu Allah SWT, sebagaimana FirmanNya di dalam Surat Al-‘Alaq : “Kholaqol insaana min ‘alaq” (Artinya: Aku ciptakan Manusia dari segumpal darah yang membeku).

Kemudian coba lihat, proses penciptaan manusia di dalam rahim seorang ibu. Begitu “sophisticated” (sangat canggih) prosesnya, bahkan tanpa adanya campur tangan serta tanpa disadari sendiri oleh si ibu pemilik rahim tersebut. Jika proses penciptaan dan ciptaan itu sendiri begitu “canggih”, pastilah SANG PENCIPTANYA jauh lebih canggih (The most sophisticated).
Silakan Anda renungkan !

Demikianlah beberapa Prasangka Negatif yang dikemukakan oleh Orang-orang Non-Muslim kepada Agama Allah SWT (Islam) ini. Semoga mereka-mereka yang memiliki Stigma Negatif tersebut diberi Hidayah oleh Allah SWT untuk dapat mengerti akan HAKEKAT ISLAM yang Sebenarnya sebagai AGAMA yang RAHMATAN LIL ‘ALAMIN (Agama Kasih Sayang bagi Seluruh Makhluq Allah di Jagat Raya ini).

Amieen…Ya Robbal ‘Alamin…
Wabillahit Taufiq Wal-Hidayah
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

ISLAM IS A WAY OF LIFE

ISLAM IS A WAY OF LIFE
ALLAH SANG MAHA ESA & MAHA BERKUASA
Jadwal Waktu Sholat (6 Juta Kota)

BIMBINGAN SHOLAT WAJIB ( Klik Gambar untuk Mulai )

Hanya Allah SWT yang Maha Berkuasa atas Dunia dan Akhirat

Hanya Allah SWT yang Maha Berkuasa atas Dunia dan Akhirat

Kami Mencintai Allah SWT dan Muhammad SAW

Kami Mencintai Allah SWT dan Muhammad SAW

Nabi yang Paling Kami Cintai adalah Muhammad SAW

Nabi yang Paling Kami Cintai adalah Muhammad SAW

  © Free Blogger Templates Joy by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP